Ia juga menyampaikan hadis riwayat Imam Muslim mengenai keutamaan menanam tanaman. Menurutnya, tanaman yang kemudian dimanfaatkan manusia atau hewan dapat menjadi sedekah bagi orang yang menanamnya.
Karena itu, Yayan mengajak kader Ansor untuk tidak minder menjadi petani maupun peternak. “Jangan minder. Jangan berkecil hati. Dulu Sayyidina Muhammad pernah berada di posisi itu. Tidak ada pekerjaan halal yang hina di dalam Islam,” nasehatnya.
Yayan juga menekankan pentingnya regenerasi petani. Menurutnya, pertumbuhan penduduk perlu diimbangi dengan keberadaan generasi muda yang mau mengembangkan sektor pertanian dan peternakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain ketahanan pangan, ia mendorong kader Ansor membangun kemandirian ekonomi melalui UMKM, perdagangan dan pemasaran digital.
“Kalau punya produk, jual. Kalau punya kemampuan, kembangkan. Kalau punya lahan, manfaatkan. Kalau punya ternak, kembangkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kemandirian harus dimulai dari diri sendiri dan tidak berhenti sebagai slogan organisasi.
“Kalau kita belum bisa memberi, minimal jangan mengambil. Kalau kita belum bisa memberikan manfaat, minimal jangan menjadi mudarat bagi orang lain. Mandirilah,” pesan beliau.
Yayan menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan makna Ansor sebagai penolong.
Penulis : Alfian Syaifullah
Editor : Andrean Masrofie
Sumber Berita: Okedaily Bali
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















![Anggota DPRD Denpasar, I Gede Tommy Sumertha dorong sinergitas pemerintah pusat, provinsi dan kota untuk percepat pembangunan Denpasar. ®okedailybali [Foto: Istimewa]](https://bali.okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261003_080049-360x200.jpg?v=1790989428)