Laskar Gerindra Bali 2026: Bukan Sekadar Seragam, Tapi Pembinaan Disiplin, Kebersamaan dan Pengabdian

- Editorial Team

Rabu, 30 September 2026 - 10:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

De Dadjah memberikan arahan Laskar Gerindra Bali 2026 tegaskan pembinaan disiplin, kebersamaan dan pengabdian sebagai jati diri kader. ®okedailybali [Foto: Dok. Gerindra Bali]

De Dadjah memberikan arahan Laskar Gerindra Bali 2026 tegaskan pembinaan disiplin, kebersamaan dan pengabdian sebagai jati diri kader. ®okedailybali [Foto: Dok. Gerindra Bali]

TABANAN – Kegiatan Laskar Gerindra Provinsi Bali 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026 di Baturiti, Tabanan, menjadi bagian dari proses pembinaan kader untuk membangun kedisiplinan, karakter, kepemimpinan, kebersamaan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, mengatakan keberadaan Laskar Gerindra tidak semestinya hanya dilihat dari sisi seragam maupun jumlah personel. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah nilai-nilai positif yang dibangun melalui proses pembinaan tersebut.

“Laskar Gerindra bukan dibentuk untuk gagah-gagahan, apalagi untuk berhadapan dengan kelompok lain. Yang kami bangun adalah disiplin, karakter, kebersamaan dan rasa tanggung jawab. Kami ingin kader-kader Gerindra memiliki kesiapan untuk hadir dan memberikan manfaat ketika masyarakat membutuhkan,” ujar De Gadjah.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Laskar Gerindra 2026 di Bali diisi dengan proses pembinaan yang menekankan kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, ketahanan mental serta tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi.

Menurut De Gadjah, menjadi kader partai tidak cukup hanya memahami persoalan politik. Kader juga harus memiliki karakter, etika dan kemampuan untuk bekerja bersama masyarakat.

Baca Juga:  Zulfikar DPRD Bali Turut Berduka atas Wafatnya Ketua MUI Bali 2010–2020

“Politik pada akhirnya adalah tentang pengabdian. Karena itu, kader tidak cukup hanya berbicara, tetapi juga harus mampu bekerja, bergotong royong dan hadir di tengah masyarakat,” katanya.

De Gadjah menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang dibangun melalui Laskar Gerindra bukan untuk menciptakan sikap eksklusif maupun permusuhan dengan kelompok lain.

Sebaliknya, ia berharap Laskar dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial yang positif dan memiliki kesiapan untuk membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan.

“Kalau ada kegiatan kemasyarakatan, gotong royong, kegiatan sosial, kebencanaan atau kegiatan lain yang membutuhkan tenaga dan kebersamaan, kader harus siap hadir. Prinsipnya sederhana, keberadaan kita harus membawa manfaat,” tegasnya.

Baca Juga:  Zulfikar Apresiasi Penyelenggaraan STQH XXVII Tingkat Provinsi Bali di Buleleng

Ia juga mengingatkan bahwa loyalitas dalam organisasi harus berjalan bersama disiplin, etika dan tanggung jawab.

Laskar Gerindra Bali 2026: Bukan Sekadar Seragam, Tapi Pembinaan Disiplin, Kebersamaan dan Pengabdian

Menurutnya, loyalitas bukan berarti kehilangan sikap kritis maupun membenarkan segala sesuatu, tetapi menjaga nilai perjuangan organisasi serta menjalankan tugas sesuai aturan dan kepentingan masyarakat.

“Loyalitas harus tetap berada dalam koridor hukum, etika dan kepentingan masyarakat. Kita boleh berbeda pilihan dan berbeda pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ujar De Gadjah.

Facebook Comments Box

Penulis : Alfian Syaifullah

Editor : Andrean Masrofie

Sumber Berita: Okedaily Bali

Follow WhatsApp Channel bali.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

RELATED NEWS

De Gadjah: Ketahanan Pangan Harus Dimulai dari Petani, Diperkuat Koperasi dan Bermuara pada Gizi Rakyat
Yayasan De Gadjah-Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali, Dari Konten Jadi Cuan
Bangkit di Ujung Barat Bali! PMII Jembrana Resmi Deklarasi, Cetak Kader Kritis dan Berintegritas
KH. Yayan Bunyamin: Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Program tapi Teladan Rasulullah
Ketua GP Ansor Bali: Kaderisasi adalah Nyawa Organisasi
Program Prabowo Berdampak Langsung pada Rakyat, Gus Yoga: Ini Bukti Negara Hadir
Kemacetan Denpasar Makin Parah, Gede Tommy: Kembalikan Fungsi Jalan dan Trotoar
Dibangun Swadaya Warga sejak 2018, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda

RELATED NEWS

Rabu, 30 September 2026 - 10:48 WITA

Laskar Gerindra Bali 2026: Bukan Sekadar Seragam, Tapi Pembinaan Disiplin, Kebersamaan dan Pengabdian

Minggu, 20 September 2026 - 08:43 WITA

De Gadjah: Ketahanan Pangan Harus Dimulai dari Petani, Diperkuat Koperasi dan Bermuara pada Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:46 WITA

Yayasan De Gadjah-Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali, Dari Konten Jadi Cuan

Sabtu, 19 September 2026 - 19:32 WITA

Bangkit di Ujung Barat Bali! PMII Jembrana Resmi Deklarasi, Cetak Kader Kritis dan Berintegritas

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WITA

KH. Yayan Bunyamin: Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Program tapi Teladan Rasulullah

LATEST NEWS