DENPASAR, Okedaily.com – Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Gerindra, I Gede Tommy Sumertha, mengapresiasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang digulirkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, termasuk di Kota Denpasar.
Tommy menyampaikan apresiasi tersebut pada Kamis (29/10/2026). Ia menyoroti pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang telah menjangkau 11 sekolah dasar (SD) di Denpasar dengan bantuan anggaran yang telah dicairkan dan saat ini memasuki tahap pembangunan.
Secara nasional, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 menyasar 35.769 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA, dengan alokasi anggaran mencapai Rp26 triliun. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program tersebut tidak hanya mencakup perbaikan bangunan sekolah, tetapi juga pembangunan unit sekolah baru (USB). Pelaksanaannya menggunakan mekanisme swakelola, dengan anggaran disalurkan langsung kepada sekolah penerima bantuan.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, sebanyak 26 sekolah dasar telah mengajukan program revitalisasi melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dari jumlah tersebut, 11 sekolah telah menerima pencairan dana dan sedang dalam proses pembangunan. Sementara itu, tujuh sekolah telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek), sedangkan enam sekolah lainnya masih dalam proses verifikasi dan menunggu tahapan bimtek.
Adapun 11 sekolah yang telah menerima bantuan revitalisasi beserta nilai anggarannya meliputi SDN 6 Sumerta sebesar Rp463.005.479, SDN 2 Pemecutan Rp777.849.539, SDN 15 Dangin Puri Rp478.746.168, SDN 14 Dauh Puri Rp320.952.782, SDN 15 Dauh Puri Rp512.338.505, dan SDN 21 Dauh Puri Rp272.925.000.
Selanjutnya, SDN 5 Sanur menerima Rp434.039.955, SDN 12 Sanur Rp505.381.637, SDN 11 Pedungan Rp519.741.050, serta SDN 6 Padangsambian Rp434.970.129. Satu sekolah lainnya adalah SD Tunas Harapan Jaya, dengan nilai bantuan yang belum tercantum dalam data yang tersedia.
Sementara itu, tujuh sekolah yang telah mengikuti bimtek yakni SDN 5 Peguyangan, SDN 3 Peguyangan, SDN 17 Padangsambian, SDN 14 Padangsambian, SDN 7 Peguyangan, SDN 5 Ubung, dan SDN 11 Padangsambian.
Adapun enam sekolah yang masih menunggu panggilan untuk mengikuti bimtek adalah SDN 2 Sanur, SDN 23 Dangin Puri, SDN 10 Pedungan, SDN 8 Peguyangan, SDN 9 Padangsambian, dan SD Bali Bestari.
Tommy mendorong agar pelaksanaan program revitalisasi sekolah terus dipercepat sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh peserta didik, tenaga pendidik, dan masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa.
Ia juga menilai sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui program yang bersumber dari APBN tersebut dapat membantu mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan sekaligus meringankan beban fiskal pemerintah kota dan kabupaten.
“Percepatan revitalisasi sekolah harus terus didorong agar fasilitas pendidikan semakin memadai dan proses belajar mengajar berjalan lebih optimal. Dukungan pemerintah pusat melalui APBN juga menjadi langkah penting untuk membantu daerah meningkatkan kualitas pendidikan,” demikian Tommy.
Ia berharap pelaksanaan program revitalisasi dapat berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Denpasar..
Penulis : Redaksi
Editor : Okedaily















![Anggota DPRD Denpasar, I Gede Tommy Sumertha dorong sinergitas pemerintah pusat, provinsi dan kota untuk percepat pembangunan Denpasar. ®okedailybali [Foto: Istimewa]](https://bali.okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261003_080049-360x200.jpg?v=1790989428)