Ia mengatakan penerimaan masyarakat terhadap kader Ansor, Banser dan Nahdlatul Ulama selama ini telah menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan kader Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia telah memiliki sejarah panjang.
“Yang kita perjuangkan adalah kebersamaan, menjaga keharmonisan sesama anak bangsa. Sejarah sudah membuktikan kiprah kita untuk NKRI. Darah, nyawa, dan air mata sudah banyak kader-kader kita korbankan, tanpa menuntut balasan apa-apa,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, kader yang nantinya mendapatkan amanah sebagai pimpinan di tingkat cabang, anak cabang maupun ranting diminta mampu melanjutkan nilai-nilai tersebut melalui kerja organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta peserta memanfaatkan kehadiran Kepala BIN Daerah (Kabinda) Bali yang hadir memberikan arahan dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, peserta akan mendapatkan materi mengenai ketahanan pangan dari Ketua HKTI Bali, Made Muliawan Arya.
Program tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan gerakan Ansor di bidang ketahanan pangan. Para kader diminta menyampaikan berbagai potensi maupun kendala di daerah masing-masing, khususnya kader yang bergerak di sektor pertanian dan perkebunan.
“Manfaatkan momentum PKL dan Dirosah ini dengan baik untuk menambah kapasitas diri, membuka peluang, dan membawa ilmu yang didapat ke daerah masing-masing,” pesannya. Ia juga meminta seluruh peserta disiplin mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Penulis : Alfian Syaifullah
Editor : Wandi Abdullah
Sumber Berita: Okedaily Bali
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















![Anggota DPRD Denpasar, I Gede Tommy Sumertha dorong sinergitas pemerintah pusat, provinsi dan kota untuk percepat pembangunan Denpasar. ®okedailybali [Foto: Istimewa]](https://bali.okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261003_080049-360x200.jpg?v=1790989428)