De Gadjah: Ketahanan Pangan Harus Dimulai dari Petani, Diperkuat Koperasi dan Bermuara pada Gizi Rakyat

- Editorial Team

Minggu, 20 September 2026 - 08:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua HKTI Bali, De Gadjah menegaskan ketahanan pangan harus dimulai dari petani, diperkuat koperasi dan bermuara pada gizi rakyat. ®okedailybali [Foto: Istimewa]

Ketua HKTI Bali, De Gadjah menegaskan ketahanan pangan harus dimulai dari petani, diperkuat koperasi dan bermuara pada gizi rakyat. ®okedailybali [Foto: Istimewa]

Secara nasional, BGN mencatat pada awal 2026 program MBG telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat melalui lebih dari 19 ribu SPPG di 38 provinsi. Pemerintah juga terus memperbaiki validasi data dan tata kelola agar program semakin tepat sasaran dan akuntabel.

Kopdes Harus Menjadi Penghubung Petani dengan Pasar

Dalam konteks tersebut, De Gadjah menilai Koperasi Desa (Kopdes) memiliki posisi strategis. Menurutnya, koperasi jangan hanya dipahami sebagai tempat kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi harus mampu menjadi penghubung antara produksi desa dan kebutuhan pasar.

Petani dapat memproduksi, koperasi membantu mengonsolidasikan hasil produksi, kemudian membuka akses pasar yang lebih luas. Pola tersebut dinilai dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkan posisi tawar petani.

“Kita ingin petani tidak hanya menjadi produsen yang menjual hasilnya sendiri-sendiri. Kalau produksinya dikonsolidasikan melalui koperasi, kemudian pasarnya jelas, posisi tawar petani akan lebih kuat,” ujarnya.

Baca Juga:  Gerindra Bali Mendapat Apresiasi Masyarakat atas Perhatian Terhadap Korban Banjir

Anak Muda Jangan Melihat Pertanian sebagai Pekerjaan Kelas Dua

De Gadjah juga menyoroti persoalan regenerasi petani. Menurutnya, ketahanan pangan dalam jangka panjang akan sulit diwujudkan jika generasi muda tidak melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki masa depan.

Pertanian modern, kata dia, sudah tidak dapat lagi dipandang hanya sebagai pekerjaan mencangkul di sawah. Teknologi, mekanisasi, pengolahan hasil, pemasaran digital, data, logistik hingga pembiayaan dapat menjadi bagian dari bisnis pertanian.

Baca Juga:  Prabowo Luncurkan PLTS 100 GW, Gus Yoga: Langkah Strategis Wujudkan Kemandirian Energi

“Anak muda jangan melihat pertanian sebagai pekerjaan kelas dua. Pertanian hari ini bisa menjadi bisnis yang besar kalau dikelola dengan teknologi, manajemen dan pasar yang benar,” tegasnya.

Karena itu, regenerasi petani harus berjalan bersamaan dengan perlindungan lahan pertanian produktif.

De Gadjah: Ketahanan Pangan Harus Dimulai dari Petani, Diperkuat Koperasi dan Bermuara pada Gizi Rakyat

Bagi Bali, persoalan tersebut menjadi semakin penting karena tekanan alih fungsi lahan dapat mengancam kemampuan daerah dalam memproduksi pangan sendiri.

Facebook Comments Box

Penulis : Alfian Syaifullah

Editor : Andrean Masrofie

Sumber Berita: Okedaily Bali

Follow WhatsApp Channel bali.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

RELATED NEWS

Yayasan De Gadjah-Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali, Dari Konten Jadi Cuan
Bangkit di Ujung Barat Bali! PMII Jembrana Resmi Deklarasi, Cetak Kader Kritis dan Berintegritas
KH. Yayan Bunyamin: Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Program tapi Teladan Rasulullah
Ketua GP Ansor Bali: Kaderisasi adalah Nyawa Organisasi
Program Prabowo Berdampak Langsung pada Rakyat, Gus Yoga: Ini Bukti Negara Hadir
Kemacetan Denpasar Makin Parah, Gede Tommy: Kembalikan Fungsi Jalan dan Trotoar
Dibangun Swadaya Warga sejak 2018, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda
Prabowo Ground Breaking PLTS 100 GWp di Bali, Tommy: Kebijakan Strategis Berdampak Positif bagi Lingkungan

RELATED NEWS

Minggu, 20 September 2026 - 08:43 WITA

De Gadjah: Ketahanan Pangan Harus Dimulai dari Petani, Diperkuat Koperasi dan Bermuara pada Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:46 WITA

Yayasan De Gadjah-Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali, Dari Konten Jadi Cuan

Sabtu, 19 September 2026 - 19:32 WITA

Bangkit di Ujung Barat Bali! PMII Jembrana Resmi Deklarasi, Cetak Kader Kritis dan Berintegritas

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WITA

KH. Yayan Bunyamin: Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Program tapi Teladan Rasulullah

Senin, 14 September 2026 - 19:47 WITA

Program Prabowo Berdampak Langsung pada Rakyat, Gus Yoga: Ini Bukti Negara Hadir

LATEST NEWS