TABANAN – Kegiatan Laskar Gerindra Provinsi Bali 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026 di Baturiti, Tabanan, menjadi bagian dari proses pembinaan kader untuk membangun kedisiplinan, karakter, kepemimpinan, kebersamaan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, mengatakan keberadaan Laskar Gerindra tidak semestinya hanya dilihat dari sisi seragam maupun jumlah personel. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah nilai-nilai positif yang dibangun melalui proses pembinaan tersebut.
“Laskar Gerindra bukan dibentuk untuk gagah-gagahan, apalagi untuk berhadapan dengan kelompok lain. Yang kami bangun adalah disiplin, karakter, kebersamaan dan rasa tanggung jawab. Kami ingin kader-kader Gerindra memiliki kesiapan untuk hadir dan memberikan manfaat ketika masyarakat membutuhkan,” ujar De Gadjah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Laskar Gerindra 2026 di Bali diisi dengan proses pembinaan yang menekankan kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, ketahanan mental serta tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi.
Menurut De Gadjah, menjadi kader partai tidak cukup hanya memahami persoalan politik. Kader juga harus memiliki karakter, etika dan kemampuan untuk bekerja bersama masyarakat.
“Politik pada akhirnya adalah tentang pengabdian. Karena itu, kader tidak cukup hanya berbicara, tetapi juga harus mampu bekerja, bergotong royong dan hadir di tengah masyarakat,” katanya.
De Gadjah menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang dibangun melalui Laskar Gerindra bukan untuk menciptakan sikap eksklusif maupun permusuhan dengan kelompok lain.
Sebaliknya, ia berharap Laskar dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial yang positif dan memiliki kesiapan untuk membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan.
“Kalau ada kegiatan kemasyarakatan, gotong royong, kegiatan sosial, kebencanaan atau kegiatan lain yang membutuhkan tenaga dan kebersamaan, kader harus siap hadir. Prinsipnya sederhana, keberadaan kita harus membawa manfaat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa loyalitas dalam organisasi harus berjalan bersama disiplin, etika dan tanggung jawab.

Menurutnya, loyalitas bukan berarti kehilangan sikap kritis maupun membenarkan segala sesuatu, tetapi menjaga nilai perjuangan organisasi serta menjalankan tugas sesuai aturan dan kepentingan masyarakat.
“Loyalitas harus tetap berada dalam koridor hukum, etika dan kepentingan masyarakat. Kita boleh berbeda pilihan dan berbeda pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ujar De Gadjah.
Penulis : Alfian Syaifullah
Editor : Andrean Masrofie
Sumber Berita: Okedaily Bali
Halaman : 1 2 Selanjutnya










![Anggota DPRD Denpasar, I Gede Tommy Sumertha dorong sinergitas pemerintah pusat, provinsi dan kota untuk percepat pembangunan Denpasar. ®okedailybali [Foto: Istimewa]](https://bali.okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261003_080049-225x129.jpg?v=1790989428)

![Anggota DPRD Denpasar, I Gede Tommy Sumertha dorong sinergitas pemerintah pusat, provinsi dan kota untuk percepat pembangunan Denpasar. ®okedailybali [Foto: Istimewa]](https://bali.okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261003_080049-360x200.jpg?v=1790989428)

![Anggota DPRD Denpasar Gus Yoga soroti kondisi Puskesmas II Denpasar Selatan yang dinilai sudah sempit dan perlu direlokasi ke lahan yang lebih layak. ®okedailybali [Foto: Istimewa]](https://bali.okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260920_102940-360x200.jpg?v=1789875186)
