Denpasar, Okedaily.com – Pada Kamis dini hari, pukul 01.00 WITA, para kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Kota Denpasar menggelar kegiatan berbagi minuman dan makanan ringan kepada masyarakat yang sedang mengantre bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Denpasar.
Ketua PC PMII Kota Denpasar, Fahrur Roszy Bachtiar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus kritik terhadap pihak-pihak terkait, khususnya Pertamina, yang dinilai belum mampu menuntaskan polemik kelangkaan BBM yang terjadi saat ini.

“Kegiatan ini kami lakukan karena prihatin melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU di Kota Denpasar. Semakin larut malam, antrean bukannya berkurang, melainkan justru semakin panjang. Kondisi tersebut tentu membuat masyarakat kelelahan karena harus mengantre dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, kami berinisiatif membagikan minuman dan makanan ringan agar setidaknya dapat membantu mengurangi rasa lelah yang dirasakan masyarakat selama mengantre,” ujar Roszy.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Roszy juga menyoroti kinerja pihak-pihak terkait, terutama Pertamina, yang dinilai belum menuntaskan persoalan kelangkaan BBM. Menurutnya, antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi gambaran adanya persoalan yang perlu segera ditangani, khususnya dalam aspek distribusi dan ketersediaan pasokan BBM.
“Antrean panjang ini juga menggambarkan bahwa pihak-pihak terkait, terutama Pertamina, belum tuntas menyelesaikan persoalan kelangkaan BBM. Kami mengharapkan adanya perhatian khusus dari Pertamina untuk benar-benar memfokuskan upaya penyelesaian pada sektor distribusi dan pasokan BBM di setiap SPBU,” tegasnya.
Kegiatan berbagi yang dilakukan kader PMII Kota Denpasar tidak sekadar menjadi bentuk solidaritas sosial kepada masyarakat yang terdampak panjangnya antrean BBM, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persoalan pelayanan publik harus ditangani secara serius dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Di tengah kondisi masyarakat yang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, kehadiran mahasiswa melalui aksi sederhana tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dengan sikap kritis terhadap persoalan publik. Namun, aksi solidaritas semacam ini tentu tidak dapat menggantikan tanggung jawab pihak terkait dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM.
Oleh karena itu, PMII Kota Denpasar mendorong Pertamina dan pihak-pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, memastikan pemerataan pasokan di setiap SPBU, serta menyampaikan informasi yang transparan kepada masyarakat. Sebab, keberhasilan penanganan persoalan BBM tidak semata-mata diukur dari upaya meredakan antrean, tetapi juga dari kemampuan memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap BBM secara wajar, mudah, dan tanpa harus menghadapi ketidakpastian yang berkepanjangan.










![Anggota DPRD Denpasar, I Gede Tommy Sumertha dorong sinergitas pemerintah pusat, provinsi dan kota untuk percepat pembangunan Denpasar. ®okedailybali [Foto: Istimewa]](https://bali.okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261003_080049-225x129.jpg?v=1790989428)

![Anggota DPRD Denpasar, I Gede Tommy Sumertha dorong sinergitas pemerintah pusat, provinsi dan kota untuk percepat pembangunan Denpasar. ®okedailybali [Foto: Istimewa]](https://bali.okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261003_080049-360x200.jpg?v=1790989428)

![Anggota DPRD Denpasar Gus Yoga soroti kondisi Puskesmas II Denpasar Selatan yang dinilai sudah sempit dan perlu direlokasi ke lahan yang lebih layak. ®okedailybali [Foto: Istimewa]](https://bali.okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260920_102940-360x200.jpg?v=1789875186)
